Morning: Everything happens for a reason.

Tidak akan menjadi pagi, tanpa melewati satu frasa yang kita sebut sebagai gulita. Seperti itu rasa, tidak akan menjadi bahagia, tanpa melalui satu frasa yang kita sebut luka, tidak akan menjadi biasa, tanpa melewati satu frasa yang kadang mau tak mau mengakuinya, putus asa.

Selamat Pagi,

Untukmu yang memiliki banyak ruang dalam hati saat ini. Karena ditinggalkan, karena dijauhkan, karena setiap siklus merasai perlahan-lahan dipaksa berhenti. Terbunuh oleh satu senyawa yang tidak boleh berakhir benci, Selamat Pagi.

Tidak ada yang sama sekali tidak beralasan. Tidak pernah. Dipertemukan, kemudian dijauhkan, lalu dipertemukan dengan sesuatu yang bertitel baru pun memiliki alasannya sendiri yang terkadang kita, aku dan kamu tak benar-benar tahu.

Tak perlu terburu-buru. Beberapa waktu, pilihan terbaik sejatinya adalah kita tidak harus tahu akan alasan itu. Seperti pagi yang tidak pernah tahu, dan tidak pernah mau tahu mengapa ia ada hanya pada pukul lima hingga sepuluh lewat lima.

Tak perlu tergesa-gesa. Untuk mempersatukan lagi hati yang mungkin telah dipatahkan berkali-kali, lalu membuatnya rekat disana sini. Percaya saja, setiap pagi akan menyembuhkannya, atau setidaknya membantu agar ia sembuh dengan sendirinya.

Sesederhana itu. 

Biarkan saja, biarkan semua mengalir karena beralasan, sekalipun kita, aku dan kamu tak sungguh-sungguh tahu apa itu. 

Selamat Pagi, kamu yang pernah merasai sekaligus pergi karena suatu alasan.

(picture taken by. @aquamarlyn)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s